RSS

Teknologi Pembelajaran PLS “Film Pendek”

12 Jan

Waktu semester enam, ada salah satu mata kuliah yaitu “Teknologi Pembelajaran PLS” yang tugas akhirnya kami mahasiswa PLS diharuskan membuat satu contoh bentuk teknologi pembelajaran dengan tema masa kini.

Berdasarkan definisi AECT mengenai teknologi pendidikan pada tahun 2004, yaitu:

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat, jelas, tujuan utamanya untuk memfasilitasi pembelajaran agar efektif, efisien, menarik dan meningkatkan kinerja. [online] tersedia: http://munirahlegiyanti.blogspot.com/2011/10/definisi-teknologi-pendidikan.html

Tugas akhir ini perkelompok, dengan anggota kelompok minimal dan maksimal tiga orang, jadi ya cuma tiga orang, ga kurang ga lebih. Dari sekian puluh jenis teknologi pembelajaran, kelompok aku kebagian “film pendek”. Oh my god,,pertama dapet sih aku seneng, soalnya bikin film itu seru, sukaaa,, acting nya sih khususnya hhii. Tapiii,,bikin sebuah film walaupun cuma film pendek juga butuh orang banyak ga cukup cuma tiga orang. Dari pemain, sutradara, cameramen, editor, dll. Tapi kami mencoba meyakinkan diri bahwa kami bisa.

Film adalah sebuah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi audio visual yang dibuat berdasarkan sinematogafi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, atau bahan hasil penemuan tekhnologi lainnya dalam segala bentuk dan ukuran melalui kimiawi, proses elektronik dan proses lainnya. Dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan dan ditayangkan pada sistem proyeksi mekanik, elektronik dan yang lainnya. Film pendek ialah film fiksi termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Film pendek yang kami buat kurang lebih berdurasi 21 menit, sayangnya aku belum bisa share ke kalian nih video nya soalnya. Padahal pengen banget nge-share videonya, nanti deh kalo aku udah bisa download premium plan, pasti videonya aku share, maklum si aku gaptek sama blog jadi aku Cuma bisa kasih liat salah satu scene saat kami sedang bermain permainan tradisional oray-orayan bersama anak-anak PAUD di PKBM Mina Terampil Mandiri, Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

scene_oray_orayan

Langkah-Langkah Membuat Bahan Ajar Film Pendek

  1. Memilih isu atau permasalahan yang ada di masyarakat.
  2. Menentukan sasaran dari bahan ajar (film pendek) yang kami buat.
  3. Menyusun skenario dari bahan ajar (film pendek) yang kami buat mengenai permainan anak pada jaman dahulu yang sudah tidak dikenal oleh anak pada jaman sekarang dikarenakan kecanggihan teknologi seperti
  4. Pembagian peran/posisi dalam pembuatan film pendek.
  5. Merancang pembiayaan yang dibutuhkan.
  6. Membuat bahan ajar (film pendek) sesuai dengan skenario yang telah disusun.
  7. Proses editing dengan mengurutkan video yang telah direkam sesuai dengan scene yang ada pada skenario dan memasukkan lagu atau back song yang sesuai dengan cerita pada film pendek.
  8. Finishing, memasukkan film pendek yang telah selesai ke dalam CD dengan format yang disesuaikan dan memberikan sampul atau

Latar belakang saya dan teman-teman mengangkat cerita dengan judul “Antara Jaman dan Tradisi” dalam film pendek ini adalah karena mengingat bahwa anak-anak di masa sekarang sudah tidak mengenal permainan-permainan tradisional yang selalu dimainkan oleh anak-anak pada jaman dahulu selepas pulang sekolah. Masih inget ga sih permainan apa aja yang kalian mainkan waktu masih kecil (tahun 90an) ? yaps,, ada petak umpet, congklak, bekel, maen karet (lompat tali), layangan, maen kelereng, maen gambar, rumah-rumahan, kalo di Sunda ada maen gatrik dan oray-orayan, masih banyak deh pokoknya permainan waktu kecil yang semuanya ga memerlukan biaya yang besar, dimainkan sama temen-temen langsung sehingga kita bisa bersosialisasi dan lebih kreatif serta kita bisa tertawa lepas tanpa beban, itulah yang paling menyenangkan saat masih kecil. Berbeda sekali dengan anak di masa sekarang, balita aja udah bisa pake gadget. Kayanya sekarang udah ga pernah liat lagi tuh anak-anak yang main permainan tradisional, mereka sekarang lebih asik sama gadget nya atau pergi ke warnet dan rental play station. Inget loh bahwa gadget ataupun internet bagi anak bisa memberikan dampak negatif juga, perlu adanya pengawasan dari orang tua dan orang tua harus pintar-pintar mendidik dan memberikan sesuatu dengan mempertimbangkan efek positif dan negatifnya bagi anak.

 
Leave a comment

Posted by on January 12, 2015 in Pendidikan Luar Sekolah

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: